Minggu, 29 Maret 2015

Aku Tak Minta Banyak Hal, Tuhan

: Aku Tak Minta Banyak Hal, Tuhan: Tuhan... selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. Aku tak tahu di surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? Ataukah mu...

Kamis, 26 Maret 2015

Ibu


Kau ajar aku memetik gitar kehidupan 

agar tercipta kasih yang lama tak kudendangkan

kau yang ajari aku mengeja nama Tuhan 

Tahukah kamu?
semua itu membuat kekagumanku besar untukmu

Kau ijinkan aku duduk di beranda hatimu

untuk melihat apa yang tersimpan disana
dan mengambil sebongkah cinta untukmu


Kau yang ajari aku sisa hidup

menghitung karunia yang tak terhingga

Kamis, 19 Maret 2015

Masalah ataupun pergumulan itu yang menjadi topik pemikiran tiap-tiap orang, tanpa ditanya pun itu bahkan kita sudah tahu sendiri bahwa setiap orang punya masalah dan pergumulan masing-masing. Ada yang merasa bahwa hidupnya paling menyedihkan, banyak keluhan, banyak tangisan bahkan amarah yang tak mampu untuk dikendalikan saat merasakan bagaimana sulitnya memikirkan masalahnya.
Yah, kita bawa topik ini kedalam ceritaku. Yah sebut saja namanya Maria (nama samaran). Tidak terlalu banyak orang yang mengenalnya, tapi banyak menyebutnya seorang gadis yang baik yang bisa diajak jadi teman baik, entah mungkin hanya sekedar pujian teman-temannya saat bersamanya atau hanya mengambil perhatiannya. Maria bukanlah orang yang berada atau yang berasal dari keluarga kaya yang memiliki segalanya yang bisa memenuhi setiap kebutuhannya. Dia berasal dari keluarga yang sederhana, kadang berkecukupan atau bahkan kekurangan. Sudah menjadi hal biasa jika dia menginginkan sesuatu tapi belum bisa terpenuhi.
Menjadi anak bungsu dari 7 bersaudara banyak tanggung jawab yang harus dilakukan, tinggal bersama orang tua dikampung, sendiri membantu orang tua dirumah. Yah namanya anak bungsu selalu yang terakhir menemani masa tua orang tua, saudara-saudara yang sudah pergi melanjutkan hidupnya diperantauan masing-masing. Dimana Ayah yang sudah duluan menghadap sang Maha Kuasa setelah berjuang dengan penyakitnya bertahun-tahun. Ayah terbaik yang tak tergantikan oleh siapapun, yang tak pernah marah, baiknya baik banget hingga mungkin semua orang menganggap dia sosok yang bodoh karena terlalu baik sama semua orang. Tapi bagi Maria dia ayah terhebat. Mama mungkin menyebutnya anak kesayangan Ayah. Ingat disaat bersama, masak makanan favoritnya ada sambel terong pedes, nasi goreng, pokoknya paling top markotop tak ada yang menandingi enaknya masakannya. Yang pasti Dia ayah yang tak terlupakan. Satu pesan buat ayah, Love u dan selalu merindukanmu.
Itu sekilas tentang alm Ayah, kini tinggal duet alias berdua dengan sang mama, mama paling kuat, kerjaan apapun mampu dilakukannya. Hingga masa-masa tuanya pun belum bisa merasakan senangnya hidup. Lelah itu, itu yang selalu terpancar dari wajahnya, tapi banyak rasa ucapan syukur dalam hatinya. Mengolah sawah, bahkan apapun kerjaan itu mampu dilakukannya asalkan kebutuhan anak-anaknya bisa terpenuhi. Masih jauh tersimpan dilubuk hati Maria saat-saat mendengar ucapan doa di malam dan pagi hari mama yang selalu berseru memanggil nama Tuhan, ucapan tangisan itu yang tak bisa terlupakan. Semua rasa lelah hati dan batinnya terucap dalam doa nya. Air mata itu, yah air mata itu yang tak sanggup rasanya untuk dibayangkan. Ingin memeluknya tapi apalah daya, dengan berpura-pura tidur sambil mendengar doa jeritan mama. “Tuhan, apa Tuhan tak pernah mendengar tangisan mama, jeritan mama, rasa lelah itu, rasa sakit mama. Mama terhebat yang tak pernah lupa mengucap syukur walaupun mengalami beban berat, dimana Engkau Tuhan, dengarkan seruan mama” hanya itu yang mampu terucap dalam hati dan sangat membekas dalam-dalam. Doa dan usaha , hanya itu yang mampu dilakukan saat ini. Doa mengubah segala sesuatu, dan semua indah akan indah pada waktunya. Hidup ya namanya hidup, harus dijalani bagaimanapun keadaannya, hanya doa yang mengiringi setiap langkah perjalanan itu.
Tahun 2011 masa perjuangan di sekolah telah berakhir dan akan melanjutkan perjuangan hidupnya yang selanjutnya. Atas izin si mama dan kakaknya yang jauh disana, Maria mencoba mengambil langkah ke dunia perguruan tinggi. Atas izin Tuhan telah lulus di salah satu perguruan tinggi negeri Indonesia yang letaknya disebut jauh dari kampong halaman. Dengan doa dan restu keluarga dia berangkat menuju perjuangan awal menuju dunia pendidikan yang baru. Menahan air mata si mama memberangkatkan anaknya dengan ketulusannya.
Dunia baru yah sebut saja tempat tinggal baru, lingkungan baru, teman teman baru, keadaan baru, perjuangan baru yang harus dilakukan. Menjadi tanggung jawab besar untuk menempuh pendidikan di negeri orang. Menjadi awal bagi Maria menjadi seorang anak rantau yang tinggal tanpa didampingi sanak ataupun keluarga, tanpa mama. Sangat janggal menjalaninya, ada rindu ada tangis dan rasa ingin pulang bertemu mama yang kini tinggal sendiri di rumah yang juga memulai pekerjaan berat dengan tanggung jawab baru untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang kini berstatus mahasiswa di negeri orang. Semoga menjadi anak yang selalu sayang orang tua dan keluarga, tau diri, rendah hati, tau akan bagaimana susahnya hidup dan ta lupa selalu mengucap syukur saat keadaan semakin berat.
Merindu
Itu yang sering terucap dalam hati, rindu mama, rindu bareng-bareng kerja demi mendapatkan sesuap nasi.menghadang cangkul bareng dan melangkahkan kaki ke rawa-rawa mengolah sawah berdua bahkan berdebat berdua dengan aktivitas berdua. Merindukan itu semua, tidur berdua selalu, makan berdua, ibadah baca kitab dan doa bersama, latihan nyanyian berdua. Sekilas membahas nyanyian hanya satu nyanyian yang membekas dalam hati.

Masih ingat lagu Buku Ende No 458 “Barita na Ummuli i”
Barita na ummuli i
Nasian Tuhan Yesus
Ai ido margogoihon au
Nang arsak pe hubolus

Ai dang adong di rohakki
Naso hinilala na
Ditanda hagaleonki
Nangpe sai tung marsala

On mangapuli rohakki
Ai Tuhanki nabasai
Do donganki
Artinya (berita firman dari Tuhan yang menguatkan aku walaupun beban berat yang kulalui, tak ada yang di dalam hati yang tak dirasakanNya, Dia mengenal kelemahanku walaupun saat aku berbuat salah, hanya firman itu yang mengobati perasaanku,karena Tuhanku yang baik dan besar yang menjadi sahabatku).
Tak lupa dan pastinya tak hilang dari memori. Saat merasakan beban berat dengan menyanyikannya akan terasa lepas rasa rindu dan tenangkan jiwa.
Hingga menginjak di semester akhir banyak masa-masa sulit yang dihadapinya, banyak deraian air mata dengan kesulitan yang dirasakannya, terpendam dalam-dalam di hati. Menyimpan rasa sakit, berdoa kepadaNya memohon ampun dan petunjukNya. Si mama yang jauh dikampung menjalani hidupnya dengan kesendirian, masa tua yang menyedihkan, tak ada satupun yang menemaninya disana, merindukannya, ingin secepatnya membahagiakannya, tak ingin melukai hatinya. Banyak cara yang dilakukannya untuk mengabulkan segala kebutuhan.
Linangan air mata yang mampu terungkap saat mendengar kabarnya yang semakin tua, tak ingin membuatnya bersedih.
Dalam hati maria “ma, panjang umur ya mak, sehat-sehat ya mak,doakan aku bisa membahagiakan mama secepatnya. Tak ingin membiarkan mama sesedih itu, sesakit itu, dari kecil hingga masa tuamu hanya perihnya hidup yang mama rasakan. Banyak pergumulan yang kusimpan disini ma, tak ingin mengungkapkannya lagi, tak ingin menjadi beban mama, tak ingin membuat mama merasa kecewa dengan keluhanku lagi. Apa yang kupikirkan entah bagaimana dan kapan aku bisa mengatasinya. Berserah padaNya, berdoa padaNya, hanya itu yang mampu kulakukan. Maafkan aku ma membuat mama semakin merasakan sakitnya hidup. Semoga Tuhan berkehendak atas setiap rencana . amin “
Air mata itu sontak mengalir dipipi maria, membayangkan mama dengan kesendiriannya. Berdoa memohon ampun kepada Tuhan untuk perlindunganNya atas mama. Aminn

Sekian sedikit cerita dengan nama samaran tadi (Maria), ini pengalamannya benar-benar nyata. Yang mengajarkan bagaimana arti bersyukur, bertahan dalam namaNya dan berpegang teguh padaNya.
“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkanNya kepadamu” Matthew 6 :33

Salam : Nia Paramita Lumban Tobing
Facebook : mitha.tobink@yahoo.com (Nia Paramita Lumban Tobing)
Follow Twitter : @NiaTobink (Nia Paramita Tobing)