Minggu, 24 Juni 2018

History 💜

Apa yang tidak pernah terpikirkan itu kadang terjadi dalam kehidupan saya. Saya Nia paramita Tobing tentunya pasti tau kalau saya wanita darah batak yang bermarga. Saya berasal dari keluarga sederhana dan saya sangat bahagia karena satu hal yaitu keluarga saya mengenal Tuhan Yesus dan percaya sepenuhnya terhadap Tuhan Yesus. Sejak kecil saya memiliki hati dalam pelayanan dalam Tuhan akan tetapi karena banyak faktor saya tidak bisa memenuhi keinginan saya. Dari sekolah dasar hingga menengah atas itu tanggung jawab yang ingin orangtua penuhi terhadap saya. Setelah tamat SMA saya ada rasa takut untuk sampaikan keinginan melanjutkan pendidikan saya sampai perguruan tinggi. Tapi banyak cara yang Tuhan lakukan untuk menjawab keinginan keinginan saya. Dengan keadaan berkekekurangan dan dengan kondisi sebagai anak bungsu saya memiliki kakak dan abang yang belum pernah menginjakkan kaki hingga perguruan tinggi akan tetapi inilah cara Tuhan membentuk saya menjadi pribadi yang mensyukuri dan Puji Tuhan keluarga dan Tuhan memberi saya kesempatan untuk melanjutkan keinginan saya dengan lulus masuk Perguruan tinggi negeri di Universitas Riau-Pekanbaru.
Dalam pendidikan saya banyak rintangan yang saya hadapi, kekurangan financial dan tekanan dari keluarga kadang menjadi pemicu drop dalam pikiran saya. Berkat Tuhan Yesus dan berkat teman-teman dan senior-senior saya banyak mendukung saya dalam proses pendidikan saya, saya sanggup memaluinya hingga tahap wisuda. 4tahun saya selesaikan pendidikan Sarjana saya dan saya berpikir tidak ingin menjadi beban buat orang tua dan keluarga saya dengan cara apapun saya harus bisa mandiri dan memenuhi kehidupan saya sendiri dan terutama bisa bantu orang tua dan keluarga saya. Puji Tuhan tahun 2016 awal saya dapat pekerjaan di Pekanbaru Juga dan selama 2tahun saya bekerja di MNC dan bisa memenuhi kehidupan saya dan membantu orangtua saya dan tidak lupa saya selalu mengucap syukur akan Tuhan yesus. Saya sangat mencintai semua situasi yang Tuhan izinkan dalam kehidupan saya baik buruk maupun senang. Banyak cobaannya menjadi pelajaran besar buat saya.
Hingga tahun 2018 Tuhan mengizinkan saya untuk lebih dekat dan pengenalan saya terhadapNya. Saya memilih melayani di PAPUA. Memberi hati untuk anak-anak pedalaman Papua dan mengenalkan mereka akan Tuhan Yesus. Ini pekerjaan paling luar biasa buat saya. Walapun banyak sekeliling saya tidak setuju dengan pelayanan saya tapi saya benar-benar memberi hati saya buat Tuhan Yesus. Menjadi berkat buat anak Papua melalui pelayanan saya padaNya.
Satu ayat yang menjadi motivasi buat saya di matius 6:33, carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkam kepadamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar